Widget ini memungkinkan anda untuk menemukan mata uang yang sedang kuat ataupun lemah saat ini & seberapa kuat hubungan antar satu dengan yang lainnya. Alat trading ini dapat membantu untuk memilih strategi trading, mencari peluang, dan melakukan trade dengan penuh percaya diri. Buat tabel nilai pribadi melalui beberapa kali klik saja dengan memilih mata uang yang anda inginkan.
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts
Cara Memberi Pakan Fermerntasi Pada Ternak

Cara Memberi Pakan Fermerntasi Pada Ternak

Memberi pakan fermentasi pada ternak khususnya ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan kuda tidaklah semudah memberi pakan hijauan makanan ternak. Dibutuhkan tahapan-tahapan penyesuaian agar ruminansia tersebut terbiasa dengan pakan fermentasi. Sapi yang biasanya diberi hijauan segar dan secara tiba-tiba diberi pakan fermentasi saja maka kemungkinan besar sapi tersebut tidak akan mau memakan pakan fermentasi yang kita berikan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar sapi, kerbau, kambing dan kuda mau memakan pakan fermentasi, cara tersebut semuanya dilakukan secara bertahap. 

Adapun caranya adalah sebagai berikut:

1. Cara Pemuasaan
Cara ini bisa dikatakan cukup extreme karena sapi atau ternak ruminansia lainnya kita puasakan beberapa hari sehingga ternak tersebut kelaparan, disaat kelaparan total ini biasanya rumput yang kering sekalipun akan dimakan oleh ternak ruminansia, ingat pada saat mempuasakan ternak ini yang dipuasakan hanyalah hijauan dan konsentrat selama tiga hari, untuk air minum tetap diberikan, sebab ternak bila tidak minum selama 3 hari akan berakibat fatal (dehidrasi) dan bisa menyebabkan kematian.

2. Adaptasi bertahap
Adaptasi bertahap bisa dilakukan pada sapi kreman (dikandangkan), sedangkan untuk sapi gembalaan tidak akan berhasil cara adaptasi bertahap ini. Adapun yang harus dilakukan agar ternak mau memakan pakan fermentasi ini adalah; setiap kita memberikan hijauan makanan ternak yang segar selalu dicampur dengan pakan fermentasi, perbandingannya 1:1 artinya setengah hijauan segar dan setengah lagi pakan fermentasi dicampur secara merata. Dalam cara adaptasi ini bisa juga dicampurkan molasses (tetes tebu) agar rasa pakan menjadi lebih enak dan beraroma menarik untuk sapi.

Kedua cara diatas aman untuk digunakan, untuk cara pemuasaan biasanya akan lebih cepat menmbuat ternak ruminansia mau memakan pakan fermentasi, dan cara adaptasi adalah cara yang paling aman, karena tidak ada resiko pengurangan berat badan pada sapi atau ruminansia lainnya. Biasanya sapi atau ruminansia yang tidak mau memakan pakan fermentasi ini adalah sapi yang dibeli dari ternak pengembalaan, bila kita membeli ternak kreman atau dikandangkan biasanya sudah terbiasa dengan pakan fermentasi dan hijauan dengan kualitas buruk sekalipun.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan fermentasi pakan ternak:
  1. Ingat pemberian urea maksimal 6% dari berat kering pakan (hijauan) yang akan difermentasikan.
  2. Lama fermentasi maksimum adalah 30 hari dan yang terbaik adalah 21 – 25 hari, fermentasi terlalu lama akan mengurangi kualitas pakan ternak.
  3. Setelah pakan fermentasi dibongkar lakukan penganginan terhadap pakan yang sudah difermentasikan hingga pakan tersebut kering, baru di bal kan (disimpan). Jangan menyimpan pakan fermentasi dalam keadaan basah, karena bila disimpan dalam keadaan basah sama saja dengan melanjutkan fermentasi.
  4. Yang paling penting adalah memahami tujuan fermentasi pakan ternak, fermentasi tujuan utamnya bukan untuk meningkatkan kualitas pakan, tapi fermetasi hanyalah memudahkan ternak untuk mencerna pakan. Seyogyanya pakan ternak yang paling berkualitas adalah hijauan makanan ternak segar.
Demikianlah jawaban berapa lama ternak menyesuaikan dengan pakan fermentasi. Semoga dapat membantu semua peternak yang sedang giat meningkatkan hasil produksi peternakan.

Cara Sederhana Fermentasi Pakan Kambing

Cara Sederhana Fermentasi Pakan Kambing

Pakan kambing yang baik adalah hijauan makanan ternak ditambah polong-polongan (legume) ditambah dengan konsentrat. Artinya setiap hari jika kita ingin mendapatkan pertambahan berat badan kambing harian yang optimal maka ketiga komponen pakan kambing tersebut harus terpenuhi. Adapun komposisi pakan kambing dari ketiga komponen tersebut:
  1. Hijauan makanan ternak 10 % dari berat badan / hari
  2. Polong-polongan (legum/ kcang-kacangan) 1% dari berat badan / hari
  3. Konsentrat 1 % dari berat badan perhari.
Terbatasnya hijaun makanan ternak sering sekali menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan pakan harian untuk kambing juga sapi. Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan hijauan makan ternak pada kambing adalah dengan fementasi. Pada dasarnya pakan kambing sama saja dengan pakan sapi dan ruminansia lainnya, kelebihan kambing dari ruminansia lain adalah pilihan hijauan untuk kambing jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan sapi juga kerbau. Kambing cenderung mau memakan semua dedaunan hijau termasuk tanaman pagar, daun pepohonan juga limbah pertanian seperti kol (lobak), daun wortel, daun kacang dan lain-lain.

Dengan fermentasi hijauan makanan kambing disaat musim hijauan melimpah dan mengeluarkannya disaat musim kering adalah cara terbaik untuk menghindari kekurangan pakan pada kambing juga pada ruminansia lainnya. adapun bahan fermentasi pakan kambing ini sama saja dengan fermentasi pakan sapi. Semua hijauan makanan ternak dapat difermentasikan seperti:
  • Jerami kering atau basah 
  • Tangkai atau pohon jagung 
  • Tongkol jagung 
  • Rumput 
  • Ilalang 
  • Limbah pertanian 
  • Daun pepohonan 
  • Daun tanaman pagar 
  • Kulit kopi 
  • Kulit cokelat (kakao) 
  • Dll. 
Adapun bahan lainnya untuk fermentasi pakan kambing adalah:
  1. Wadah, untuk melakukan fermentasi pakan kambing diperlukan wadah seperti kantong plastik, drom, bak semen, bak tanah dan sebagainya. 
  2. Urea, urea adalah bahan yang paling murah untuk memfermentasikan pakan kambing, toleransi kadar urea dalam fermentasi pakan kambing maksimal 6 % dari berat kering bahan yang akan difermentasikan (hijauan) 
  3. Molase atau tetes tebu, molase ini adalah hasil sampingan dari pabrik gula, molase bisa ditemukan di daerah-daerah yang memiliki pabrik gula. Jika molase tidak ada maka fermentasi tetap bisa dilakukan dengan menggunakan urea saja. 
  4. Starter bakteri seperti star bio, sangat baik digunakan untuk meningkatkan kualitas fermentasi pakan kambing, starbio ini adalah merek dagang sebuah produk mungkin merek lain juga bisa ditemukan dipasaran. 
Untuk tempat fermentasi harus kedap udara (hampa udara). Adapun cara memfermentasi pakan kambing sama saja dengan cara memfermentasi pakan sapi.

Keuntungan Pakan fermentasi yaitu:
  1. Membuat penggemukan kambing semakin cepat 
  2. Memperbaiki pencernakan kambing 
  3. Lebih kebal terhadap penyakit 
  4. Meningkatkan produksi susu 
  5. Menjadikan susu kambing menjadi tidak beraroma kambing (prengus) 
  6. Mengurangi bau 
  7. Meningkatkan nafsu makan 
  8. Kotoran menjadi lebih sedikit karena pakan menjadi tercerna dengan baik

Cara Membuat Probiotik

Cara Membuat Probiotik

Mempersiapkan Alat dan Bahan

Alat-alat :
  1. Ember
  2. Timbangan
  3. Gelas ukur
  4. Saringan
  5. Pengaduk
  6. Jerigen.

Bahan-bahan :
  1. Isi rumen, sebagai sumber mikroorganisme
  2. Tetes tebu
  3. Tepung beras, merupakan karbohidrat mudah dicerna
  4. Cuka, untuk menurunkan pH
  5. Ragi tempe, ragi tape, merupakan MOL untuk memperkaya mikroorganisme dalam isi rumen
  6. Biakan bakteri lacto. untuk menambah jumlah bacteri lactobasilus yang ada pada isi rumen, jika tidak ada bisa diganti dengan ”yakult”,
  7. EM 4 / Biosup, untuk mengurangi bau dari isi rumen

Proses Pembuatan Probiotik
  1. Ambil 10 kg isi rumen, tambahkan 100 ml tetes, 100 ml biosup/EM4, tambahkan air 10 liter. Aduk sampai rata, diamkan selama 15-30 menit.
  2. Diperas dan disaring dengan menggunakan saringan
  3. Air hasil saringan kemudian + tetes 1 gelas aqua (220 ml) + cuka 1 gelas aqua (220 ml) + 1 gelas aqua tepung beras, lalu di aduk hingga homogen, didiamkan selama 15 menit.
  4. Tambahkan ragi tempe, ragi tape masing-masing 1 butir, kemudian tambahkan pula lacto sebanyak 220 ml, aduk sampai homogen, diamkan selama 15 menit.
  5. Masukkan dalam jerigen, tutup rapat dan diinkubasikan pada suhu kamar selama 21 hari.
  6. Buka tutup jerigen tiap 3 hari agar gas bisa keluar, jerigen tidak menggembung.
  7. Setelah 21 hari probiotik sudah jadi yang ditandai dengan bau harum seperti bau tetes, warna kecoklatan, tidak berbau busuk.
Cara Mengembangkan Starbio Murah

Cara Mengembangkan Starbio Murah

Banyak sekali resep yang beredar untuk membuat dan mengembangkan bakteri starbio secara home industry, cara ini murah dan sangat berguna sekali. Berikut bahan-bahan yang digunakan :

Bahan :
  1. Susu sapi murni 2 liter 
  2. Starbio 1 liter
  3. Tetes tebu / Gula merah 1 kg
  4. Bekatul 1 kg
  5. Nanas 1 buah
  6. Terasi ½ kg
  7. Air cucian beras 10 liter
Alat :
  1. Panci
  2. Parutan atau blender
  3. Kompor
Cara Membuat :
  • Haluskan bahan kasar dengan mengunakan blender/parutan. Campurkan dengan bahan lainnya di dalam panci. Masak sampai mendidih, lalu dinginkan.
  • Tambahkan susu sapi murni dan Starbio, aduk hingga tercampur rata.
  • Tutup panci rapat-rapat hingga 12 jam atau satu hari.
  • Simpan campuran yang sudah dingin didalam tong plastik dan ditutup rapat, karena proses terbaik yaitu secara anaerob.
  • Kocok atau aduk larutan tiap 3 hari dan buka penutupnya sedikit agar gas hasil fermentasi bisa keluar.
  • Setelah 10 hari larutan siap digunakan
Cara Penyemaian Cabai Rawit dengan Polybag

Cara Penyemaian Cabai Rawit dengan Polybag

 
Dibanding dengan bedengan tanah, penyemaian dengan polybag ini lebih menguntungkan, mengurangi resiko kematian bibit muda yang akan dipindahkan ke Polybag besar. Pengunaan polybag untuk pesemaian dipilih yang ukuran lebih kecil ukuran 10 cm, lebar 4-6 cm dan tebal 0.5 mm atau kita pilih ukuran besar seperti untuk pemindahan akhir. Polybag yang kita dipasaran biasanya sudh ada lubang aerasi, lubang pengairan. Bila masih kurang banyak di tambah lubang di sekliling polybag.

Polybag yang akan dijadikan tempat pesemaian kita siapkan, masukkan tanah subur, kompos yang banyak mengandung humus. Lebih bagus lagi tanah kompos / humus kita ayak untuk menghilangkan kotoran atau terlalu besar butiran tanah. Kedalam media itu juga ditambahkan 150 gr TSP atau NPK 80 gr NPK serta 75 gram Pestisida (bisa menggunakan Furadan, Petrofur, Indofuran, Curater, dll)

Untuk langkah selanjutnya biarkan polybag 2 -3 hari, untuk meratakan tanah di polybag atau dengan digoyang goyang/diangkat angkat agar kerapatan media tanam terjadi.Biasanya media tanam akan menyusut beberapa cm setelah disiram. Basahi Polybag dengan menyiram air kemedia tanam 1-2 gayung, dengan slang sampai air hampir jenuh.

Benih Cabai dapat disemaikan dalam polybag , untuk polybag besar disa diberi lobang dengan tongkat kecil sedalm 0.5 cm, masukkan biji cabai ataur jaraknya sekitar 3-5 cm. Jumlah benih antara 10-15. Lubang tanaman, khusus pakai polybag ukuran lebih kecil, 4-6 benih per polybag.

Cara Menyemai Benih Cabai Rawit

Cara Menyemai Benih Cabai Rawit

 
Persemaian
  1. Siapkan 3-5 lembar tissue di sebuah nampan kemudian basahi dengan air secukupnya,
  2. kemudian teberkan benih/biji cabe di atas kertas tissue tersebut, 
  3. kemudian taruh ditempat lembab, usahakan agar tissue tetap kering dalam keadaan lembab. 
  4. Biarkan selama 3-4 hari atau sampai benih berkecambah.
  5. Pindahkan benih yang sudah berkecambah ke tray penyemaian atau polybag kecil, dengan memberikan tiap lubang satu benih. 
  6. Kemudian ditaruh ditempat yang terlindung dari hujan langsung selama 4-5 minggu.

Memilih benih yang baik
Budidaya Cabe Rawit diawali dengan pemilihan benih. Pemilihan benih merupakan langkah awal yang sangat penting. Karena bila kita memilih benih yang tidak baik, tentu saja hasilnya pun tidak baik pula. Bibit atau benih cabe harus sudah tersedia terlebih dahulu sebelum kita mulai mengerjakan lahan. Benih cabe rawit dapat diperoleh dari toko pertanian setempat baik berupa varietas lokal, OP maupun hibrida.

Pemilihan benih lokal, OP maupun hibrida tergantung pada petani itu sendiri. Namun akan lebih bagus dan lebih prima hasilnya bila kita menggunakan benih hibrida atau OP yang unggul yang ada dipasaran. Mengapa? Pengalaman telah menunjukkan bahwa hasil produksi benih hibrida atau veritas OP yang unggul jauh lebih baik dibandingkan varietas lokal. Tidak hanya dari hasil saja, keunggulan cabe rawit unggul dan hibrida dapat dilihat dari vigor, kesaragaman tanaman serta ketahanannya terhadap penyakit yang menunjukkan hasil yang lebih baik. Untuk jenis OP, kita dapat memilih benih cabe rawit dari pengalaman yang pernah didapat menunjukkan bahwa cabe rawit hibrida atau OP yang unggul memiliki beberapa kelebihan diantaranya dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, lebih tahan dari gangguan hama dan penyakit, serta dapat dipanen pada umur 80-90 hari setelah tanam.

Cara Membeli
Benih Cabai Rawit untuk mudahnya tersedia di toko-toko pertanian. Dengan beberapa macam merk dagang, dengan membeli ditempat kios pertanian yang resmi. Diharapkan kita dapat mendapatkan benih yang berkualitas unggul sesuai label, untuk beli di toko yang harus diperhatikan tanggal kadaluwarsa dari kemasan benih. Biasanya sudah ada tanggal produksi, tanggal berlakunya masa tumbuh itu. Diharapkan kita membeli 2 bulan sebelum berakhir masa pertumbuhan optimal.

Selain membeli di kios kita juga dapat membeli dengan Petani Cabai yang telah berhasil menanam. Benih dari petani juga dapat dipakai dengan memperhatikan syarat-syarat benih, apabila kita membeli dari petani diperlukan sortasi untuk memisahkan benih yang berisi, bernas. Sortasi benih dilakukan debngan cara dimasukkan kedalam air, aduk beberapa saat, yang padat tenggelam dan yang ringan akan timbul atau mengapung. Kita akan memilih benih yang berat sebagai benih unggul.

Selain membeli benih ditoko pertanian, ditempat petani. Kita dapat membeli bibit siap tanam, umumnya bibit siap tanam tidak diperdagang untuk jarak jauh, disebabkan bibit akan mati dalam perjalanan. Karena bibit siap tanam tidak dikemas wadah / media tanah yang cukup untuk beberapa hari. Para hobies atau mereka yang ingin menanam bibit Cabai secepat mungkin, tidak mau menunggu lama membibitkan sendiri. Bagi hobies yang mau cepat membeli Cabai yang sudah ada di Polybag dan menunggu beberapa minggu, panen. Merawat mudah, tidak usah lama lama.

3. Membuat sendiri
Sebelum kita melakukan membuat sendiri benih Cabai, ada yang harus diperhatikan

Syarat buah Cabai rawit untuk benih
Selain persyaratan berat biji , calon benih juga harus memiliki ciri fisik yang meyakinkan seperti bentuk, ukuran dan warna calon benih harus seragam, permukaan kulitnya bersih tidak keriput dan tidak cacat, serta warna kulit cerah. Adapun syarat buah dari pohon induknya untuk diambil bijinya sebagai berikut :
  • Buah dipetik dari cabang tanaman yang terbawah, karena biasanya benih akan lebih cepat tumbuh setelah disemaikan
  • Buah sudah benar-benar masak dan kulit luarnya tampak mengkilap
  • Ukuran lebih besar dari ukuran normal, sekita panjang 3.5 cm (Cabai Rawit Putih dan 2.5-3.0 Cabai Rawit Hijau)
  • Buah bersih tanpa berbintik dan tidak terkena hama, penyakit.
  • Pertumbuhan batang, cabang, ranting, dan daunnya subur
  • Tanaman tidak etrserang hama dan penyakit
  • Umur minimal 7-8 bulan, karena produksi buahnya sudah mencapai maksimal
  • Tanaman sebaiknya berbuah lebat
Mendapatkan benih dari kebun sendiri , atau tanaman yang kita milki, kita tentu bias beli Cabai Rawit di pasar sayuran yang menjual buah Cabai Rawit. Bila kita mempunyai sedikit pengetahuan memilah memilih sendiri cabai yang ada dijual ibu ibu / bapak. Sesampai dirumah kita sortir sesuai ketentuan persyaratan diatas. Memang untuk Tanaman asal kita tidak tahu, apakah berumur sudah cukup tua, muda. Pengetahuan yang kita memiliki menentukan keberhasilan bertanam Cabai Rawit.
Bokashi (Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati)

Bokashi (Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati)


 
Bahan Bokashi Jerami
Bokashi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organik dengan teknologi EM4 (Effective Microorganisms 4). Keunggulan penggunaan teknologi EM4 adalah pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara konvensional.

EM4 sendiri mengandung Azotobacter sp., Lactobacillus sp., ragi, bakteri fotosintetik dan jamur pengurai selulosa. Bahan untuk pembuatan bokashi dapat diperoleh dengan mudah di sekitar lahan pertanian, seperti jerami, rumput, tanaman kacangan, sekam, pupuk kandang atau serbuk gergajian. Namun bahan yang paling baik digunakan sebagai bahan pembuatan bokashi adalah dedak karena mengandung zat gizi yang sangat baik untuk mikroorganisme.

Pembuatan Bokashi
Bahan pembuatan bokashi (jerami, rumput, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya) dapat berupa bahan yang sudah kering ataupun masih basah (segar). Ada beberapa jenis bokashi, yaitu :

1. Bokashi Jerami
Bahan yang digunakan dalam membuat Bokashi Jerami:
  • Jerami sebanyak 10 kg (bisa juga rumput atau tanaman kacangan) yang telah dipotong-potong sehingga jerami berukuran panjang sekitar 5-10 cm.
  • Dedak sebanyak 0,5 kg dan sekam sebanyak 10 kg.
  • EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml).
  • Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.
Cara pembuatan Bokashi Jerami :
  1. Pertama-tama dibuat larutan dari EM4, molasses/ gula dan air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml :1 liter air.
  2. Bahan jerami, sekam dan dedak dicampur merata di atas lantai yang kering.
  3. Selanjutnya bahan disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan. Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan, maka tidak ada air yang keluar dari adonan. Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang (kandungan air sekitar 30%).
  4. Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm. Gundukan selanjutnya ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. Selama dalam proses, suhu bahan dipertahankan antara 40-50 o C. Jika suhu bahan melebihi 50 o C, maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik dan selanjutnya gundukan ditutup kembali.
  5. Setelah empat hari karung goni dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik. Ciri-cirinya adalah bokashi akan ditumbuhi oleh jamur yang berwarna putih dan aromanya sedap. Sedangkan jika dihasilkan bokashi yang berbau busuk, maka pembuatan bokashi gagal.
  6. Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan. Jika bokashi ingin disimpan terlebih dahulu, maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara mengangin-anginkan di atas lantai hingga kering. Setelah kering bokashi dapat dikemas di dalam kantung plastik.
Penggunaan Bokashi Jerami :
Bokashi jerami sangat baik digunakan untuk melanjutkan proses pelapukan mulsa dan bahan organik lainnya di lahan pertanian. Bokashi jerami juga sesuai untuk diaplikasikan di lahan sawah.


Bahan Bokashi Pupuk Kandang

2. Bokashi Pupuk Kandang
Bahan yang digunakan untuk membuat Bokashi pupuk kandang :
  1. Pupuk kandang sebanyak 15 kg.
  2. Sekam sebanyak 10 kg dan dedak sebanyak 0,5 kg.
  3. Molases atau gula sebanyak dua sendok makan (10 ml).
  4. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.
Cara pembuatan Bokashi pupuk kandang :
Cara pembuatan bokashi pupuk kandang mirip dengan pembuatan bokashi jerami, hanya jerami digantikan dengan pupuk kandang.

Penggunaan Bokashi pupuk kandang:
Penggunaan bokashi pupuk kandang sama dengan penggunaan bokashi jerami.
Selain itu bokashi pupuk kandang baik untuk digunakan di dalam pembibitan tanaman.
Dalam hal tersebut bokashi pupuk kandang diaplikasikan dengan tanah pada perbandingan 1:1.

3. Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Arang

Bahan yang digunakan Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Arang :
  1. Pupuk kandang sebanyak 10 kg, dedak sebanyak 0,5 kg, arang sekam/arang serbuk gergaji sebanyak 5 kg.
  2. Molases\gula sebanyak dua sendok makan (10 ml).
  3. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.
Cara pembuatan Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Arang :
Cara pembuatan bokashi pupuk kandang ditambah arang mirip dengan pembuatan bokashi jerami, hanya jerami digantikan dengan kotoran hewan (pupuk kandang) dan arang sekam\arang serbuk gergaji.

4. Bokashi Pupuk Kandang Ditambah Tanah
Bahan yang digunakan Bokashi pupuk kandang ditambah tanah :
  • Pupuk kandang sebanyak 5 kg dan tanah sebanyak 10 kg.
  • Arang sekam\arang serbuk gergaji sebanyak 5 kg dan dedak halus sebanyak 5 kg.
  • Molases/gula sebanyak dua sendok makan (10 ml).
  • EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.
Cara pembuatan Bokashi pupuk kandang ditambah tanah :
Cara pembuatan bokashi pupuk kandang tanah mirip dengan pembuatan bokashi pupuk kandang-arang, hanya perlu ditambahkan tanah.

Penggunaan Bokashi pupuk kandang ditambah tanah:
Bokashi pupuk kandang-tanah baik untuk digunakan di dalam pembibitan tanaman.
Dalam hal tersebut bokashi pupuk kandang cukup dicampur dengan tanah pada perbandingan 1:1.

5. Bokashi Ekspres (24 jam)
Bahan yang digunakan untuk membuat Bokashi Ekspres (24 jam) :
a. Jerami kering, daun kering, serbuk gergajian dan bahan lainnya sebanyak 10 kg.
b. Pupuk kandng sebanyak 5 kg dan dedak sebanyak 1 kg.
c. Molases\gula pasir sebanyak dua sendok makan (10 ml).
d. EM4 sebanyak dua sendok makan (10 ml) dan air secukupnya.

Cara pembuatanBokashi Ekspres (24 jam) :
Cara pembuatan bokashi ekspres sama dengan cara pembuatan bokashi pupuk kandang-tanah, hanya bahan-bahan yang akan difermentasikan dicampur dengan bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata. Proses fermentasi hanya berlangsung selama 24 jam dan sesudahnya bahan dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik.

Penggunaan Bokashi Ekspres (24 jam) :
Bokashi ekspres sangat baik untuk dijadikan mulsa pada pertanaman sayuran dan buah-buahan.

Cara penggunaan Bokashi :
Cara pengaplikasian bokashi adalah sebagai berikut :
  1. Untuk lahan tegalan dan sawah. Penggunaan bokashi untuk setiap meter perseginya adalah sekitar 3-4 genggam bokashi,kecuali pada tanah yang kurang subur dapat dilebihkan. Bokashi disebar merata di atas permukaan tanah. Pemberian dapat juga dilakukan dengan cara mencampur bokashi dan tanah. Hal ini dapat dilakukan pada waktu pengolahan tanah. Sedangkan pada tanah sawahpemberian bokashi dilakukan saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 30 hari.
  2. Untuk tanaman buah-buahan. Bokashi disebar secara merata di permukaan tanah atau di sekitar daerah perakaran.Selanjutnya larutan EM4 disiramkan dengan dosis 2 ml per liter air setiap dua minggu sekali.
  3. Untuk pembibitan. Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat pembibitan disiram dengan larutan EM4 dengan dosis 2 ml per liter air. Selanjutnya lahan dibiarkan selama satu minggu sebelum lahan siap untuk digunakan.
Kegunaan Lain EM4
Selain untuk pembuatan bokashi, EM4 dapat juga digunakan sebagai pestisida organic seperti EM5, super EM5, EMRAS dan pestisida alami dari ekstrak tanaman. EM5 digunakan sebagai pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit tahap awal. Sedangkan Super EM5 digunakan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada tahap kronis.

1. EM5 dan Super EM5
Bahan yang digunakan untuk membuat EM5 dan Super EM5 :
  • Molases/gula, cuka makan/cuka aren 5%, alcohol 40% masing-masing sebanyak 100 ml.
  • EM4 100 ml dan air sebanyak 1 liter. (Khusus untuk pembuatan super EM5 tidakdigunakan air).
Cara pembuatan EM5 dan Super EM5 :
  1. Semua bahan dimasukkan ke dalam botol/jerigen. Selama 15 hari selanjutnya wadah dikocok pada pagi dan sore harinya. Unttuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi, tutup botol dibuka sebentar.
  2. Kegiatan pengocokan dihentikan pada hari ke 15 setelah tidak ada lagi gas yang terbentuk. Selanjutnya dibiarkan selama tujuh hari. Selanjutnya EM5 dapat digunakan.
Dosis pemakaian EM5 dan Super EM5 :
  1. EM5: 10-50 ml (2-10 sdm)/l air + 10-50 ml molasses.
  2. Super EM5: 5 ml (1 sdm)/l air + 5 ml molasses.
Waktu pengaplikasian EM5 dan Super EM5 :
Waktu pengaplikasian EM5 dan super EM5 sebaiknya dilakukan pada sore hari. EM5 dan super EM5 digunakan paling lama tiga bulan.

EMRAS (EM-4 dengan Air Cucian Beras)

2. EMRAS (EM4 dengan air beras)
Bahan yang digunakan untuk membuat EMRAS (EM4 dengan air beras) :
Bahan yang digunakan terdiri dari air beras sebanyak 1 l, molasses\gula sebanyak 10 ml dan EM4 sebanyak 10 ml (2 sdm).

Cara pembuatan dan aplikasi EMRAS (EM4 dengan air beras):
Bahan-bahan tersebut di atas dicampurkan semuanya dan selanjutnya dibiarkan selama dua hari. Setelah itu EMRAS dapat diaplikasikan. Namun EMRAS harus sudah habis diaplikasikan pada hari ketiga (satu hari setelah proses pembuatan selesai). Selain sebagai pestisida, EMRAS dapat juga digunakan sebagai pupuk.

Dosis pemakaian EMRAS (EM4 dengan air beras):
Dosis yang digunakan adalah 5 ml/l air.

3. Pestisida Alami dari Ekstrak Tanaman
Bahan yang digunakan :
a. Daun legum/kacang-kacangan (kacang babi), terutama yang masih muda.
b. EM4 sebanyak 20 ml/l air.

Cara pembuatan Pestisida Alami dari Ekstrak Tanaman :
Daun-daunan dicincang dan selanjutnya diberi larutan EM4. Bahan selanjutnya direndam selama 3-5 hari. Selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam. Setelah lima hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida.

Dosis pemakaian Pestisida Alami dari Ekstrak Tanaman :
Dosis pemakaian adalah 5 ml/l air.

Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik Cair

 
Pupuk

Pupuk kandang dan kompos memang berfungsi menyuburkan tanah. Sayang kandungan unsur haranya rendah. Sementara pupuk kimia yang efektif untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman mudah tercuci, sehingga berpotensi mencemarkan lingkungan. Pupuk organik cair mampu mengatasi kedua masalah pelik ini.

Perbincangan mengenai keunggulan dan kekurangan teknologi pupuk memang selalu menarik perhatian. Membandingkan pupuk organik dan pupuk anorganik, misalnya. Pupuk organik selalu diunggulkan karena mampu berfungsi sebagai pembenah sifat fisik dan biologi tanah yang tidak tertandingi. Kelemahannya, biaya pengadaan pupuk ini memang sangat mahal, terutama bila dikaitkan dengan tuntutan perbaikan sifat kimia. Di lain pihak pupuk kimia yang unggul karena cepat memenuhi kebutuhan hara tanaman, peranannya menjadi berkurang bila dikaitkan dengan tingginya tingkat pencemaran yang ditimbulkan. Daya dukung tanah dalam mengikat unsur pupuk kimia umumnya memang rendah dan periodenya singkat.

Bisa Lewat Daun

Selain diberikan melalui tanah, pupuk juga dapat diserap tanaman melalui bagian-bagiannya di atas tanah, misalnya melalui daun. Saat ini penyemprotan larutan pupuk ke daun tanaman semakin populer untuk mendukung program pemupukan melaui tanah.

Cara pemupukan melalui daun memang mempunyai beberapa keuntungan. Pada saat tanaman mengalami defisiensi hara yang parah, pupuk daun tetap digunakan karena cepat diserap tanaman. Pengaruhnya terhadap pencemaran lingkungan juga minimal karena konsentrasi dan dosis aplikasinya rendah. Demikian juga saat kebutuhan unsur hara tanaman meningkat tajam dan suplai hara dari akar tidak mencukupi, pemberian pupuk daun dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan tanaman senantiasa optimal.

Kendati demikian, penggunaan pupuk daun berpeluang menjadi tidak efisien, terutama jenis pupuk daun yang tidak memakai bahan pengikat. Sebab, pupuk yang terbuang ke permukaan tanah praktis tidak bermanfaat untuk tanaman. Suhu yang tinggi dipastikan membuat senyawa nitrogen hilang ke udara. Sementara curahan air hujan akan melarutkan dan kemudian menghanyutkannya.

POC dan PPC

Kendala tadi tidak berarti menyebabkan pupuk daun harus ditinggalkan. Saat ini sudah banyak beredar pupuk daun formula baru, yang sengaja diciptakan untuk mengatasi kendala tersebut. Pupuk jenis ini umumnya dibuat dari ekstrak bahan organik yang dicampur dengan larutan unsur hara tertentu, sehingga diberi nama Pupuk Organik Cair atau (POC). Umumnya POC terdiri dari 3 komponen utama, yaitu unsur hara, senyawa organik, dan bahan pelarut. Unsur hara yang terkandung biasanya berupa campuran pupuk yang dilarutkan, atau batuan yang ditumbuk halus, dan kemudian dilarutkan dengan pelarut. Misalnya air, alkohol, atau minyak. Kadang-kadang pelarut yang dipakai Cuma satu macam, tetapi kebanyakan merupakan kombinasi. Senyawa organik yang mengandung unsur karbon, vitamin , atau metabolit sekunder ada yang berasal dari ekstrak tanaman, tepung ikan, tepung tulang, atau enzim. Selain tanaman buah, perkebunan dan sayuran, tanaman pangan seperti padi pun bisa disemprot dengan pupuk organik

Menyuburkan Tanaman dan Tanah

Dibandingkan pupuk daun yang lebih dahulu dibuat, efisiensi POC atau PPC lebih baik karena bermanfaat ganda. Selain sebagai penyuplai unsur hara bagi tanaman, sekaligus juga pembenah tanah yang efektif.

Mekanisme penyerapan unsur hara melalui daun mudah dipahami, karena unsur hara dalam bentuk ion memang siap diserap tanaman. Yang agak rumit adalah mekanisme pengubahan sifat fisik tanah. Pada saat daun menyerap molekul organik, akar juga melepas eksudat organik ke risosfer. Eksudat selain berfungsi sebagai ‘pelicin’ supaya lebih mampu menembus partikel tanah, juga berguna sebagai bahan makanan bagi mikroba tanah. Misalnya jamur mikoriza, bakteri simbiotik dan non-simbiotik, serta ganggang, akan meningkat pesat populasinya. Akibat peningkatan aktivitas mikroba ini, tanah pun menjadi lebih gembur, sehingga aerasi dan kemampuan menahan airnya lebih tinggi. Struktur tanah semacam inilah yang ideal untuk budidaya tanaman.